Cara Pemesanan Kain Batik Wonogiren Tirtomoyo

Cara Pemesanan Kain Batik Wonogiren Tirtomoyo - Anda tertarik ingin memiliki kain batik khas daerah Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri? Sekarang telah hadir Toko Batik Sri yang akan membantu Anda berbelanja secara online kain batik Tirtomoyo Wonogiri. Anda kini tak perlu repot-repot datang secara langsung ke Wonogiri. Anda juga tak perlu repot-repot datang langsung ke toko atau pasar yang menjual kain batik tersebut. Tak perlu keluar rumah Anda pun bisa mendapatkan kain batik yang eksklusif ini.

Berikut ini cara pesan kain batik Wonogiren Tirtomoyo:
1. Sebutkan nama lengkap Anda, alamat lengkap, jenis kain batik yang akan dipesan, dan banyaknya barang yang akan dipesan. Silakan SMS ke nomor layanan kami 0857-2808-2552 atau 0823-3717-0001.
Contoh pemesanan:
Andi Sudarmanto + Jl. Ahmad Yani no. 10 RT 2 RW 4 Lingk. Sukorejo Kel. Sukodono Kec. Cianjur Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat 57123 + nama barang + 2 buah

2. Tunggu kami melihat stok barang apakah masih ada dan juga menghitung ongkos kirim.
Kami akan segera memberitahukan apakah stok barang masih ada, jumlah uang yang harus dibayar, dan nomor rekening kami.

3. Setelah itu Anda tinggal transfer ke nomor rekening tadi lalu segera konfirmasi kepada kami melalui SMS.
Contoh konfirmasi:
Sdh transfer Rp 300.000,- An. Andi Sudarmanto, Jl. Ahmad Yani no. 10 RT 2 RW 4 Lingk. Sukorejo Kel. Sukodono Kec. Cianjur Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat 57123, nama barang yang dipesan, 2 buah

4. Silakan Anda menunggu barang pesanan dikirim ke alamat Anda setelah uang yang Anda transfer masuk ke rekening kami.

Kami ucapkan Selamat Berbelanja.

Batik Merupakan Warisan Budaya Indonesia

Batik Merupakan Warisan Budaya Indonesia – Batik merupakan ciri khas dari Bangsa Indonesia yang merupakan warisan asli budaya yang tidak dimiliki bangsa lain ataupun negara tetangga. Namun karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap budaya bangsa menyebabkan beberapa tahun belakangan ini, batik diklaim dan diakui sebagai budaya milik bangsa lain. Oleh sebab itu, perlu adanya perhatian serius untuk mencegah terjadinya hal tersebut.


Sekarang setiap orang merasa bangga memakai batik, semua saja tidak hanya yang tua tetapi juga yang muda. Batik memang sudah ada sejak lama di Indonesia, tetapi menjadi bertambah populer ketika United  Nations Educational,  Scientific,  and  Culture  Organization (UNESCO) memberikan pengakuan dan mengesahkan secara resmi Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia (World Heritage) pada tanggal 2 Oktober 2009, dan tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Batik Nasional hingga saat ini.

Kain   yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap ini diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia karena Batik Indonesia memiliki motif yang beragam dan memiliki makna filosofi yang mendalam. Selain itu penghargaan oleh UNESCO menjadikan Batik  Indonesia sebagai warisan budaya dunia itu juga didasarkan karena pemerintah dan rakyat Indonesia dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya itu secara turun-temurun.

Tentang sejarahnya, batik yang merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi ini telah menjadi bagian dari budaya Indonesia, khususnya Jawa sejak zaman nenek moyang. Tidak ada catatan sejarah yang pasti dari mana kerajinan batik ini berasal, tetapi teknik membatik sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan berkembang di Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun yang dilakukan oleh perempuan-perempuan jawa pada masa lampau, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status pemakainya. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik yang semula hanya ada di Jawa khususnya Jawa Tengah kemudian berkembang ke daerah-daerah lain di Indonesia. Setiap daerah memiliki keberagaman corak batik yang menjadi ciri khas setiap daerah. Antara daerah satu dengan yang lain memiliki corak dan motif yang berbeda. Ada batik Yogyakarta, Solo, Cirebon, Madura, Jepara, Tulungagung, Banyumas, Banten Pekalongan, Tasik, bahkan batik juga ada di luar Jawa seperti di Bali, Aceh, Palembang, Ambon, dan daerah lainnya.

Setiap daerah memiliki batik dengan ciri khasnya sendiri, itu sama seperti cerminan bangsa ini bahwa setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda. Belajar dari batik, walau setiap daerah memiliki kekhasannya sendiri tetapi bisa disatukan dengan batik. Karena walau berbeda corak, motif atau warna tetapi dapat disatukan dengan kesamaan yang bernama batik. 

Hal tersebut membuat batik  Indonesia menjadi lebih indah dengan keberagamannya, seperti halnya sebuah batik yang terlihat indah dengan warna-warni dan motif yang beragam. Semua orang bisa menikmati dan mengapresiasi batik sebagai budaya daerah yang menjadi budaya bangsa dengan rasa bangga dan saling menghargai.

Jenis batik dilihat dari pembuatannya, ada batik tulis, batik lukis, bati cap dan batik print. Batik tulis adalah peninggalan teknik pembuatan batik yang paling tua, yaitu pembuatan batik dengan menghias kain dengan teksture dan corak batik menggunakan canting. Proses pembuatan batik tulis membutuhkan ketelatenan tingkat tinggi, karena dikerjakan dengan tangan dan langsung melukiskan corak atau motif di selembar kain. Untuk membuat batik tulis membutuhkan proses yang sangat lama, biasanya 2-3 bulan.

Yang kedua, batik lukis, yaitu teknik pembuatan batik dengan langsung melukis pada selembar kain  putih. Membuat batik lukis juga membutuhkan kesabaran dalam melukis berbagai corak dan menghasilkan hasil berbeda di setiap lembar kainnya. Lalu teknik pembuatan batik yang cenderung lebih mudah dan cepat adalah batik cap dan batik print. 

Pembuatan batik cap yaitu dengan cara kain dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap  yang biasanya terbuat dari tembaga. Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari. Perkembangan teknologi ikut berpengaruh dalam kegiatan pembuatan batik. Batik print adalah batik yang corak dan motifnya dihasilkan melalui program komputer kemudian dicetak (print) pada selembar kain.

Di antara keempat jenis batik di atas, yaitu batik tulis, batik lukis, bati cap dan batik print memiliki  kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Batik yang memiliki nilai seni dan biasanya dihargai lebih mahal adalah batik tulis dan batik lukis, karena memang prosesnya yang lama dan membutuhkan kreativitas dan ketaletan yang tinggi sehingga bisa menghasilkan sebuah mahakarya seni yang tertuang dalam selembar kain. Sama seperti  kehidupan, semakin panjang prosesnya akan semakin banyak ilmu yang didapat. 

Sekarang orang cenderung menginginkan jalan pintas, dan mudah menyerah. Batik mengajarkan untuk ulet, pantang menyerah, sabar untuk menjadi yang terbaik. Begitu juga seperti corak atau motif batik yang cenderung lengkung, jarang yang lurus, itu mengambarkan hidup tidak selamanya datar-datar saja. Ada banyak tantangan dalam hidup dan harus bersiap menghadapinya. Ada banyak filosofi yang terkandung dari Batik Indonesia.

Batik telah tumbuh bersama tumbuhnya negeri ini menuju beradaban yang baru. Batik sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang Indonesia berhasil tumbuh berkembang tidak tersisihkan dengan arus  globalisasi mode dunia. Bahkan batik mampu menjadi tren berbusana untuk masyarakat lokal maupun dunia. Walau di negara lain juga bisa ditemui batik, misalnya di Malaysia, Thailand, India, Sri Langka, dan Iran, tetapi Batik Indonesia adalah batik yang paling terkenal di dunia.

Sejak pengakuan Batik  Indonesia sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, baju batik menjadi pakaian yang sering dipakai, bukan hanya karena bangga itu adalah warisan budaya tetapi juga karena batik memiliki nilai seni yang tinggi. Semua lembaga pemerintah atau swasta mewajibkan pegawainya untuk memakai batik setiap hari kamis sampai sabtu, begitupun juga dengan sekolahan yang juga menjadi batik sebagai seragam. Batik tidak hanya digunakan pada selembar kain untuk pakaian saja, tetapi batik berkembang ke berbagai kerajinan lain, seperti sepatu, tas yang menggunakan motif dan corak batik sebagai hiasannya.

Ketika semua orang merasa bangga dengan budaya dan kearifan lokalnya maka warisan budaya itu akan selalu hidup di tengah-tengahnya. Kita harus mampu belajar dari batik, jika batik sebagai warisan budaya masih tetap eksis dan diakui sebagai warisan budaya dunia, mengapa kearifan lokal tidak bisa ? Tentunya bisa, kearifan lokal tinggalan dari nenek moyang kita yang syarat akan nilai-nilai dan budaya seperti halnya gotong royong, ramah tamah, saling menghargai dan membantu. Masih ada banyak warisan budaya Indonesia yang perlu dijaga kelestariannya sebagai  jati diri dan  identitas bangsa. Semua itu perlu kita wariskan kepada anak cucu sepertinya halnya batik. (adm/net)  

Demikian artikel kali ini, untuk selanjutnya baca juga artikel mengenai Batik Wonogiren Tirtomoyo.

Mengenal Batik Wonogiren Tirtomoyo

Mengenal Batik Wonogiren Tirtomoyo – Wonogiri Provinsi Jawa Tengah mempunyai batik yang bersumber dari kearifan budaya lokal. Batik tersebut dikenal dengan sebutan batik Wonogiren yang mempunyai karakter khas pada motif dan corak kain batik. Ciri khas ini ditandai pada corak  pecah-pecah pada kain batik yang dihasilkan. Batik Wonogiren telah menjadi mata pencaharian bagi sebagian masyarakat  Kabupaten Wonogiri. Seperti yang dilakukan oleh  Daryono, sebagai salah satu pelaku usaha kecil produsen batik Wonogiren yang ada di Kecamatan Tirtomoyo.


1. Latar Belakang Sejarah Batik Wonogiren
Batik Wonogiren Tradisi Tirtomoyo diawali oleh seorang abdi dalem Pura Mangkunegaran yaitu Kanjeng Wonogiren yang merupakan sang kreator terciptanya Batik Wonogiren  sekitar tahun 1910-an.  Batik Wonogiren memiliki ciri khas eksklusif yaitu remukan. Remukan tercipta dari ketidaksengajaan saat proses membatik, akan tetapi para konsumen mengira remukan-remukan tersebut merupakan ciri dari Batik Wonogiren dan terlihat seperti alami dan indah. Para konsumen pun menyukai dengan Batik Wonogiren dengan remukannya, dan sampai sekarang remukan menjadi ciri khas dari Batik Wonogiren. 

2. Jenis Motif Batik Wonogiren
Batik Wonogiren  terdapat 2 macam yaitu Batik Wonogiren Tradisi Tirtomoyo dan Batik Wonogiren Pengembangan. Contoh jenis motif Batik Wonogiren Tradisi Tirtomoyo adalah Manyar Sewu, Ratu Ratih, Sido Drajat, Suryo Suwito, Sido Asih, Tirto Tedjo Kusumo, Simbar, Wahyu Temurun, sido Mulyo. Contoh Batik Wonogiren Pengembangan adalah Motif Gajahan, Motif Satriyo Manah, Motif kupu Kongket, Motif Urang, dan Motif Alas-alasan.

3. Estetika yang Terkandung di Dalam
Batik Wonogiren Tradisi Tirtomoyo diungkap dengan menggunakan dasar teori estetika dari Darsono Sony Kartika, terdapat 4 macam nilai dasar yang digunakan yaitu nilai intrinsik, nilai ekstrinsik, nilai estetis murni, dan nilai estetis tambahan. Dari dasar tersebut remukan menjadi nilai estetika utama yang ada pada setiap Batik Wonogiren. Dari seluruh bentuk motif yang ada di Batik Wonogiren Tradisi Tirtomoyo remukan menjadi ciri utama atau eksklusif dari Batik Wonogiren Tradisi Tirtomoyo.

Sekian artikel singkat kali ini. Bila Anda berkenan, silakan dilihat juga artikel tentang Batik Semarang.

Sumber: Dwi Widyantoro (Jurusan Kriya Seni/Tekstil Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta)